|
|
Sriwijaya FC (Antara) |
|
|
|
VIVAnews - Di balik penampilan glamor Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia (ISL) jilid II, ternyata Laskar Wong Kito menyimpan berita tak sedap. Hingga saat ini, manajemen Sriwijaya belum membayarkan gaji serta bonus pemain.
Lantas, sejauh mana pengaruhnya di lapangan? "Sedikit banyak pasti ada pengaruhnya. Tapi yang pasti, secara umum masih berjalan dengan baik. Kekalahan 0-4 dari Persiba Balikpapan bukan disebabkan faktor tersebut," aku Rahmad Darmawan, Arsitek Sriwijaya FC kepada GOSport.
Agar tidak terbawa dalam latihan, Rahmad lebih dulu melakukan diskusi dengan pemain. Ia selalu minta pemain yang merasa ada ganjalan dengan soal gaji lebih baik tidak ikut latihan.
Toleransi tidak ikut latihan benar-benar diberikan oleh Rahmad. "Cara itu saya lakukan karena tidak mau ada pemain latihan tidak dengan sungguh-sungguh," kata Rahmad memberi alasan.
Disebutkan, gaji yang belum dibayarkan oleh manajemen SFC yaitu pada November 2008 plus bonus juara Copa Indonesia. Ditambah gaji medio Oktober 2009.
Keglamoran Laskar Wong Kito menjadi daya tarik beberapa punggawa tim nasional untuk bergabung. Gelandang Persija Jakarta, Ponaryo Astaman dan gelandang Arema, Arif Suyono pun merapat ke Palembang.
Sriwijaya menjadi klub fenomenal di pentas sepakbola nasional ketika menjadi double winner: juara ISL dan Copa Indonesia 2008. Mereka hanya bisa mempertahankan Copa pada perhelatan 2009.
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport
• VIVAnews