|
|
Suporter PSM Makassar (PSM Makassar) |
|
PSM Makassar Tundukkan Persib Bandung 2-1
|
| |
|
VIVAnews - Dua hari jelang PSM Makassar menjamu Persija Jakarta, Rabu 25 November 2009, Kadir Halid memutuskan mundur sebagai manajer Juku Eja. "Dengan berbagai pertimbangan, mulai hari ini saya tak lagi jadi manajer," tegas Kadir dalam jumpa pers di Makassar, Senin 23 November 2009.
Menurut adik kandung Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI ini, dirinya tak mudah menempuh langkah tak populer ini. Di antaranya perbedaan politik dengan Ilham Arif Sirajuddin, Ketua Umum PSM, usai Musda Golkar Sulsel yang melempangkan jalan Syahrul Yasin Limpo sebagai ketua.
Seperti diketahui, Kadir jadi tim sukses Syahrul yang berhadapan langsung dengan Ilham. "Pasca Musda, terus terang saya kesulitan menghubungi Ilham," katanya.
Miskomunikasi
Padahal menurut Kadir, banyak yang harus ia komunikasikan ke Ilham. Terutama masalah keuangan, pemain dan pelatih.
Di sisi lain, Kadir juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Hanafing, Pelatih PSM. "Praktis sejak sebulan terakhir, saya kehilangan kontak dengan pelatih. Padahal, ini tak boleh terjadi," papar Kadir.
Lanjut Kadir, dirinya selama ini berusaha membangun komunikasi dengan Hanafing. Ia pun tak habis pikir alasan Hanafing sulit dihubungi karena kehilangan handphone.
"Saya punya alamat kantor dan rumah yang jelas. Kalau satu atau dua hari tak bisa komunikasi mungkin bisa dimengerti. Tapi, ini sudah berlangsung lama," katanya.
Karena itu, dengan alasan demi keutuhan dan prestasi PSM ke depan, dirinya memutuskan mundur. "Saya pikir ini jalan terbaik buat PSM. Karena kalau saya bertahan, langkah pertama yang saya lakukan adalah memecat pelatih. Tapi, ini tak mungkin saya tempuh. Bagaimana mungkin pelatih dipecat saat kompetisi sedang berjalan. Jadi lebih baik saya yang mundur," tandasnya.
Ia pun tak mempersoalkan komentar Ilham yang sebelumnya mengatakan Kadir tak gentle kalau mundur. "Itu terserah ketua umum. Yang penting, surat pengunduran diri termasuk pertanggungjawaban keuangan akan saya serahkan ke ketua umum," katanya.
Itu termasuk rancangan kerjasama dengan pihak Garuda Airways dan Bosowa yang sedang dalam proses negosiasi. "Soal itu sudah hampir selesai. Saya yakin ketua umum punya solusi yang baik buat tim," tegasnya.
Ini juga soal soal pengganti dirinya. Kadir yakin Ilham sudah punya figur yang bisa menggantikannya. "Dari kalangan pengurus saja banyak. Di antaranya Arfandy Idris dan Yaqkin Pajalangi. Selain punya jaringan yang luas. Mereka juga dekat dengan Ilham," jelasnya.
Ia juga tak berkomentar ketika diajukan nama lain seperti Ishlah Idrus, Manajer PSM musim lalu. "Bukan wewenang saya berkomentar soal itu," jelasnya.
Intinya, Kadir sudah mantap untuk mundur. "Keluarga juga mendukung keinginan saya ini. Terutama istri saya. Dia orang yang paling bahagia saya tak lagi bersama dengan PSM," tandasnya.
Laporan: Abdi Satria/GOSport
• VIVAnews