
|
VIVAnews - Langkah tegas diambil federasi sepakbola Eropa (UEFA) dalam mencegah perilaku rasis.
Yaitu pemberian kuasa pada wasit untuk menghentikan pertandingan bila penonton melakukan atau menyanyikan sesuatu yang berbau rasis. Menurut peraturan itu, sebelum menghentikan pertandingan, wasit akan melakukan tiga tindakan sistem pencegahan perilaku rasis.
Pertama, menunda pertandingan sesaat dan meminta agar perilaku rasis dihentikan. Kedua, tim yang mengikuti pertandingan akan dikeluarkan dari lapangan selama lima hingga sepuluh menit.
Terakhir, bila perilaku penonton masih juga berbau rasis, UEFA mendelegasikan kekuasaan pada wasit untuk menghentikan pertandingan. Penegasan peraturan ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Michel Platini.
Menurut mantan pemain Juventus itu, UEFA tidak memberi toleransi apa pun terhadap masalah rasis.
"Penting rasanya memberi kuasa pada pihak yang terlibat di pertandingan. Dan kami sudah memberi paramater dan panduan sikap. Dimana dalam suatu kasus perilaku rasis, wasit harus menghentikan pertandingan," ujar Platini seperti dilansir Times, Kamis 2 Juli 2009.
Perilaku rasis kian mencuat dalam sepakbola terutama setelah banyaknya bintang-bintang kulit hitam yang membela klub besar. Kebanyakan kasus rasis ini menimpa pemain Inggris atau yang berasal dari klub Inggris. Sedangkan pelakunya mayoritas malah berasal dari Spanyol.
Insiden terakhir adalah soal kerusuhan yang terjadi antara Atlético Madrid kontra Marseille di ajang Liga Champions. Kekacauan yang berawal dari hinaan rasis pada pemain Marseille itu membuat Atletico terpaksa menerima hukuman dari UEFA.
Yaitu bermain tanpa boleh dihadiri oleh para fans alias berlaga di belakang pintu tertutup.