
|
Liga Inggris atau Premier League semakin seru saja musim ini. Tim penantang kekuatan mapan big four semakin banyak.
Kini, sang juara bertahan Manchester United, Chelsea, Liverpool maupun Arsenal tak bisa santai. Sekali lengah, posisi empat besar alias tempat di Liga Champions akan diserobot dua penantang anyar: Manchester City dan Tottenham Hotspur. Mereka menjadi dua kuda hitam anyar seperti Aston Villa dan Everton di beberapa musim terakhir.
City meneruskan ancamannya dengan melabrak Arsenal 4-2 di laga terakhir. Sebuah episode menakutkan dengan investasi 200 juta poundsterling alias Rp 3,3 triliun yang diguyurkan taipan Timur Tengah, Sheikh Mansour bin Sayed Al Nahyan kala mengambil kepemilikan Citizens.
Juga investasi 120 juta euro atau Rp 1,7 triliun selama bursa transfer musim panas ini. Jumlah ini tak tertandingi klub-klub Premier League lainnya.
Tim asuhan Mark Hughes yang sempat diragukan itu kini telah memberikan sinyal ancaman kepada rival-rivalnya di Premier League. The Citizens bukan hanya memiliki kegarangan di lini depan, tapi juga keseimbangan di lini tengah dan belakang.
Arsenal yang liat ditaklukkan Manchester United, begitu mudah dilibas. Bahkan, The Citizens mampu unggul lebih telak lebih dahulu 4-1.
Investasi Sheikh Mansour kini telah terbayar lunas. Setidaknya sampai lima laga awal Premier League. Sepertinya, inilah start terbaik Man-City: selalu menang dalam lima laga.
Satu anggota Big four telah dilewati. Pembuktian kubu City of Manchester Stadium terdekat akan dilakukan di kandang rival sekota Manchester United.
Old Trafford, Theatre of Dream itu akan menjadi saksi penguasa Kota Manchester, Minggu 20 September 2009. Laga ini juga bisa menjadi salah satu sinyal awal ancaman City sekaligus kelaikan United mempertahankan mahkota Premier League.
Pasalnya, MU berhasil menjinakkan ancaman big four lainnya, Tottenham Hotspur. Kapasitas MU sebagai juara bertahan dibuktikan di kandang Spurs, White Hart Lane dengan kemenangan telak 3-1.
Kehebatan pasukan Merah-Putih Sir Alex Ferguson kian nyata setelah mampu membalikkan keadaan dari tertinggal 0-1. MU juga menggapai kemenangan dengan 10 orang atas Spurs.
Harry "Houdini" Redknapp mampu menyulap skuad Spurs menjadi salah satu kandidat juara musim ini. Tapi, Houdini tak berkutik di hadapan sentuhan midas Sir Alex.
Arsenal & Liverpool
Kondisi dua penghuni big four: Arsenal dan Liverpool paling rawan tergusur. The Gunners telah kehilangan salah satu bomber terhaus gol di Eropa: Emmanuel Adebayor yang lari ke Man-City.
Bomber asal Togo itu telah menyatu dengan skema permainan The Citizens. Bahkan, Ade dengan teganya melakukan selebrasi yang meledek fans Arsenal.
The Gunners juga dilanda rumor keinginan Barcelona mengembalikan Cesc Fabregas ke Camp Nou. Ini bukan sekadar rumor karena Barca menyebut Cesc sebagai prioritas.
Sedangkan Liverpool menapaki episode ketidakseimbangan skuad sejak ditinggal mudik Xabi Alonso ke Spanyol. Belum ada yang bisa menggantikan peran Alonso meski ada pemain sekapasitas Javier Mascherano dan Steven Gerrard di sana.
Liverpool bisa saja menang telak atas beberapa tim. Tapi, skuad Rafa Benitez ini juga bisa tumbang tak terduga, apalagi di laga-laga besar.
Man-United vs Chelsea
Pengganggu terbesar Man-United mempertahankan gelar justru datang dari Chelsea. The Blues akan menekan The Red Devils lebih keras dibanding Liverpool musim lalu.
Reformasi lewat datangnya manajer anyar Carlo "Carletto" Ancelotti akan menawarkan gaya baru dan berbeda di Stamford Bridge. Gaya Italiano akan dikombinasikan dengan khas Inggris dan Eropa daratan warisan Jose Mourinho.
Carletto juga tipikal pelatih yang sangat disegani serta mendapat respek para pemainnya. Gaya keras Carletto diimbangi dengan prestasi di Eropa, dan tentu saja di Italia bersama AC Milan.
Sejauh ini, usaha Roman Abramovich mengembalikan kejayaan The Blues tercipta di lima laga awal Premier League. Sapu bersih lima laga menegaskan tangan dingin Ancelotti, meski itu harus dibuktikan dengan konsistensi melawan MU.
Sementara itu, Man-United harus menjalani hidup tanpa Cristiano Ronaldo. Di satu sisi, Sir Alex kehilangan besar. Tapi, di sisi lain juga membuat kekuatan Setan Merah tak terdeteksi.
Jika dahulu Ronaldo bisa dimatikan, maka setengah kekuatan MU bisa dilumpuhkan. Kini, dengan kekuatan "rata-rata" soliditas dan equilibrum pasukan Old Trafford lebih terjaga.
Tengok kala Sir Alex memasang formasi tak biasa 4-1-4-1 kala MU meladeni Spurs di kandangnya. Wayne Rooney yang sebelumnya dijanjikan lebih dipasang ke tengah depan kembali dimainkan melebar.
MU hanya memasang Dimitar Berbatov sebagai tombak seorang. Sir Alex ingin mengimbangi lini tengah Spurs serta menjaga keseimbangan lini tengah dan depan tanpa mengurangi agresivitas pasukannya. Dan ini diejawantahkan di lapangan.
MU tak panik saat harus bermain dengan 10 orang pemain. Sir Alex hanya butuh melakukan adjusment dengan menarik Berba dan menggantikannya dengan Michael Carrick. Rooney yang dipasang sendirian di depan kembali menunjukkan keliarannya.
Adu pintar strategi tampaknya akan kembali terjadi antara Sir Alex dan Carletto nanti. Ingat, formasi pohon Natal ala Carletto: 4-3-2-1 begitu rentan diobrak abrik sayap United di Community Shield.
Skorsing FIFA yang melarang Chelsea menambah pemain sampai Januari 2011 juga akan menambah beban The Blues. Apalagi, di rentang itu rival-rivalnya pasti menambah amunisi dengan pemain anyar.
Edwan Ruriansyah
Sports (Bola) Writer
Copyright @ VIVAnews.com