Selasa, 13 Oktober 2009, 14:06 WIB
Preview Persiwa vs Persipura
Badai Pegunungan Punya Pemain ke-12
Edwan Ruriansyah
Persiwa Wamena (VIVAnews/Marco Tampubolon)

VIVAnews - Secara kualitas, tuan rumah Persiwa Wamena berada di setingkat di bawah Persipura Jayapura. Meski demikian, tim besutan Zaenal Abidin ini tak mau pasrah pada laga Rabu 14 Oktober 2009.

Mereka akan mengatasi tamunya dengan semangat plus dukungan dari pemain ke-12, suporter. Sejarah mencatat Tim Badai Pengunungan Tengah tak pernah kalah dari Tim Mutiara Hitam di Stadion Pendidikan.

“Semua orang juga tahu bahwa Persipura adalah tim kuat. Mereka padu karena timnya utuh. Tidak banyak bongkar pasang. Sosok Jacksen (Tiago, pelatih Persipura) juga bisa jadi anutan dalam tim. Mereka kian perkasa dengan kepemimpinan Eduard Ivakdalam di dalam lapangan,” kata Zaenal, Selasa 13 Oktober 2009.

Minimnya pemain baru menjadikan Persipura semakin digdaya. Kualitas Mutiara Hitam juga masih di atas pemain Persiwa.

Hal itu telah mereka buktikan musim lalu dengan menjuarai Liga Super jilid pertama. Terakhir, mereka menjuarai Community Shield dengan melumat Sriwijaya FC 3-1. Padahal, Sriwijaya musim ini disebut-sebut sebagai The Dream Team dengan masuknya beberapa pemain baru.

Dengan demikian, apakah rekor tak terkalahan Persiwa di kandang akan rontok? Tidak. Stadion Pendidikan akan tetap angker bagi lawan.

Meski Persiwa kalah kualitas bukan berarti mudah untuk dikalahkan. “Persiwa masih punya kelebihan, yakni semangat juang, kecepatan serta dukungan penonton,” lanjut Zaenal.

Pemain Persipura di mata Zaenal tidak lagi muda. Untuk itu, ia akan mengintrusikan anak asuhnya bermain dengan tempo tinggi.

Dengan kiat tersebut, ia berharap Persipura bisa keteteran. Semangat Peter Rumaropen dan kawan-kawan jika berlaga di Stadion Pendidikan Wamena selalu berlipat ganda. Itulah kunci sukses Persiwa tak pernah kalah di kandang sendiri.

Persipura Tanpa Persiapan Khusus

Pelatih Persipura, Jacksen Tiago mengaku tak melakukan persiapan khusus. Ia menganggap laga ini tak ada yang spesial.

Pertemuan dengan Persiwa dinilai sama dengan sebelumnya. Ia juga mencurigai wasit yang acap kali menguntungkan tuan rumah sehingga menyulut terjadinya keributan.

“Saya tak mau berpikir negatif terhadap wasit. Jika mereka salah, sudah ada pihak yang akan memberikan penilaian maupun sanksi,” ujarnya.

Soal kekuatan Persiwa, pelatih Brasil ini mengaku tidak tahu banyak lantaran banyaknya pemain yang keluar dan masuk. Meski demikian, kata Jacksen, sepakbola Indonesia tak jauh berubah.

Soal formasi Persipura disebutkan juga tak jauh berubah dari sebelumnya. Masuknya Erol Iba, John Scarlet dan Hendra Ridwan tak otomatis bisa menggeser pemain lama. 

Ortissan Solossa dinilai masih yang terbaik di posisi bek kiri. Lalu, Jack Komboy lebih matang ketimbang Scarlet. Sama halnya dengan Gerald Pangkali dengan Hendra Ridwan.

Laporan: Daniel Siahaan/GOSport

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk artikel ini, silakan isi pada form di samping.

Login terlebih dulu untuk isi komentar atau Daftar ID anda.